Per tanggal 14 Juni 2016 nanti, masa berlaku STNK motor yang sudah menemani saya mengarungi macetnya kota Jakarta selama empat tahun terakhir ini akan habis dan harus diperbaharui. Dan karena usia si motor saat ini sudah 5 tahun, selain diperbaharui masa berlakunya, si motor juga harus hadir untuk di cek kesehatannya dan diganti TNKB-nya. Untuk mengurus pajak atau pembaruan masa berlaku STNK dan cek fisik sebenarnya cukup mudah prosesnya, tinggal datang ke samsat setempat dan ikuti saja prosesnya, selesai. Yang jadi masalah adalah si motor ini berasal dari Kulon Progo (daerah asal saya) dengan plat AB dan sekarang berada di Jakarta, dan untuk cek fisik, syaratnya adalah si motor ini HARUS hadir dan tidak boleh absen ke samsat. “Mosok” ya saya harus ngirim si motor ini pulang kampung cuma buat cek fisik dan dikirim balik lagi ke Jakarta, gak efektif dan efisien banget kan berat di ongkos om.
Showing posts with label Story of Me. Show all posts
Showing posts with label Story of Me. Show all posts
Jun 2, 2016
May 28, 2015
Wah, Sudah Lama Ya
Sepertinya sudah lama saya tidak mampir ke sini lagi. Sudah jarang, bahkan tidak pernah lagi mengisi blog ini. Aktivitas blogwalking pun ikut vakum. Gak tau deh harus mulai dari mana lagi. Mencoba sedikit demi sedikit saja dulu. Semoga saja bisa berlanjut lagi :D. Bissmillahirrohmannirrohim.
Apr 13, 2014
Kota Tua (yang Tak Lagi Tua)
Wah, sudah lama saya tidak mengunjungi tempat ini, bahkan hampir lupa. Parah ya saya? ckckck. Kali ini saya mencoba untuk kembali mengisi tempat ini, memberikan sedikit cerita. Tidak usah panjang lebar lagi . So, here we go.
Sobat blogger semua, khususnya penghuni ibu kota tercinta pasti sudah tau dan sudah pernah ke Kota Tua. Tempat yang menjadi ikon peninggalan jaman Belanda di Batavia. Hari ini, tepatnya hari Minggu tanggal 13 April 2014 Pukul 16.30WIB saya berkesempatan mengunjungi Kota Tua bersama istri saya. Saya penasaran aja setelah membaca dan melihat pemberitaan kalau Kota Tua sekarang sudah dibenahi oleh Gubernur "tercinta" Pak Jokowi. Dari yang dulunya kumuh dan tidak teratur, katanya sekarang sudah bersih bebas sampah dan lebih teratur.
Apr 6, 2013
Tak Menentu
Dari mana aku harus memulai? entahlah, aku tidak tahu. Otak dan hati ini sepertinya sedang memiliki koneksi yang kurang bagus. Apa yang kupikirkan, apa yang kulakukan, dan apa yang kurasakan seperti tidak berhubungan. Apa yang kurasakan saat ini? Siapa yang peduli? Sebuah perasaan tak menentu yang baru pertama kali ini kurasakan. Perasaan yang mungkin bisa saja sangat beralasan atau hanya ketakutan yang sebenarnya ada keyakinan yang cukup kuat di sela-sela rasa takut tersebut.
Jun 13, 2012
Indah Pada Waktunya
Semburat kata yang selalu muncul di setiap perjalanan hidupku. "Yakinlah semua akan indah pada waktunya". Ini bukan kalimat pesimistis ataupun pasrah lho. Beda dengan kalimat ini, "Yakin aja lah, katanya kan semua akan indah pada waktunya". Gak perlu dijelasin kan bedanya apa, sobat blogger semua kan udah pinter2. Kalimat yg pertama tadi sering banget muncul di saat kita lagi banyak masalah dan seharusnya kalimat itu tidak lantas membuat kita berdiam diri, pasrah dan berfikir "toh semuanya akan indah pada waktunya". Usaha tetap diperlukan, setidaknya berdoa kepada Sang Pengatur Alam Semesta. Dan definisi dari kata "indah" itu sendiri bisa bermacam-macam. Tergantung dari persepsi dari masing-masing kepala.
Nov 9, 2011
Jogja Java Carnival (MAGNIWORLD)
Sabtu itu pagi terlihat cerah, 22 Oktober 2011. Hari ini saya berencana pergi ke kota Jogja untuk antri HP buat adik saya. Di tengah perjalanan ke kota Gudeg saya melihat pamflet besar berisi "JOGJA JAVA CARNIVAL MAGNIWORLD, 22 OKTOBER 2011". Berarti itu hari ini, acara apa itu? Saya sendiri kurang tahu, dasar, udah tinggal di DIY lama tapi gak tahu apa itu *malu. Setelah cari2 info, ternyata Jogja Java Carnival adalah pawai / karnaval yg akan dilaksanakan malam hari, mulai pukul 19.00 dengan rute Taman Parkir Abu Bakar hingga ke Alun-alun Yogyakarta. Jadi tertarik untuk melihatnya. Jul 12, 2011
Setelah Sekian Lama
WOW? Sudah lama banget ya ternyata. Sudah setengah tahun lebih diriku tidak menorehkan goresan-goresan yang sebenernya gak mutu di rumahku ini. Pasti banyak neh yang kangen *kangen pengen ngludahin, kangen pengen nimpuk. Mau tahu kemana saja diriku selama ini? Nggak Mau mau mau. Sebenernya nggak kemana-mana sih. Cuma di kosan, kalo lagi pengen kuliah ya kuliah, kalo lagi liburan ya pulang kampung, dan kayaknya lebih banyak liburnya. Meskipun begitu, entah kenapa tangan ini sepertinya malas untuk membuat sebuah rangkaian kata.
Jul 22, 2010
ENTAHLAH !!!
Entah apa yg aku pikirkan selama ini.
Entah apa yg ada di dalam otakku akhir2 ini.
Bukan maksud hati untuk tidak mengisi.
Bukan maksud tangan ini untuk terhenti.
Bukan maksud raga ini untuk berdiam diri.
Entah apa yg ada di dalam otakku akhir2 ini.
Bukan maksud hati untuk tidak mengisi.
Bukan maksud tangan ini untuk terhenti.
Bukan maksud raga ini untuk berdiam diri.
Tapi apa daya kondisi tak berbaik hati.
Engkau pergi ...
Kehidupan (maya) kami seolah terhenti.
Yah, habis sudah masa gratis kami untuk ngenet (maunya gratisan mulu neh). Terhitung udah sebulan ini diriku absen dari dunia "blogsphere". Dunia yg menawarkan banyak kejutan. Dunia yg penuh dengan aroma2 persahabatan. Maafkan aku sahabat (jika kalian menganggapku sahabat). Maafkan aku teman (jika kalian menganggapku teman).
Alasan??
ah malu ah [padahal diatas udah disebutin]. Yups, internet gratis yg selama ini menghidupi kami ternyata sudah lenyap [masa' iya gratisan mau terus2an, ntar jadinya keenakan]. Hilang sudah hiburan kami di kos. Trus dulu juga pernah aku ceritain kalo satu2nya warnet di komplek kami juga sudah nggak ada lagi. Jadi mau ngenet di mana donk?? dari HP?? sepertinya dengan teknologi HP saya yg masih kalah sama HP anakSD jaman sekarang, belum siap untuk jadi mobile Blogger.
Ke warnet?? jauh, harus jalan kaki pula paling nggak 20 menit. Itu yg bikin males [sebenernya itung2 hemat BBM + ikut kampanye go green sih, tapi tetep aja males (emang dasarnya pemales)].
Ah, itu semua cuma alasan omong kosong aja. Aku akan tetep usahain untuk tetap update blog ini dan mengunjungi sahabat2 semua. Yah, meskipun jarang. Tapi tetep aku usahakan. Mohon maaf teman2.
Untuk kali ini segini dulu deh.
"Ya ALLAH, semoga tidak Engkau putus tali silaturahim hamba dengan sahabat2 hamba di sini. AMIN."
Engkau pergi ...
Kehidupan (maya) kami seolah terhenti.
Yah, habis sudah masa gratis kami untuk ngenet (maunya gratisan mulu neh). Terhitung udah sebulan ini diriku absen dari dunia "blogsphere". Dunia yg menawarkan banyak kejutan. Dunia yg penuh dengan aroma2 persahabatan. Maafkan aku sahabat (jika kalian menganggapku sahabat). Maafkan aku teman (jika kalian menganggapku teman).
Alasan??
ah malu ah [padahal diatas udah disebutin]. Yups, internet gratis yg selama ini menghidupi kami ternyata sudah lenyap [masa' iya gratisan mau terus2an, ntar jadinya keenakan]. Hilang sudah hiburan kami di kos. Trus dulu juga pernah aku ceritain kalo satu2nya warnet di komplek kami juga sudah nggak ada lagi. Jadi mau ngenet di mana donk?? dari HP?? sepertinya dengan teknologi HP saya yg masih kalah sama HP anakSD jaman sekarang, belum siap untuk jadi mobile Blogger.
Ke warnet?? jauh, harus jalan kaki pula paling nggak 20 menit. Itu yg bikin males [sebenernya itung2 hemat BBM + ikut kampanye go green sih, tapi tetep aja males (emang dasarnya pemales)].
Ah, itu semua cuma alasan omong kosong aja. Aku akan tetep usahain untuk tetap update blog ini dan mengunjungi sahabat2 semua. Yah, meskipun jarang. Tapi tetep aku usahakan. Mohon maaf teman2.
Untuk kali ini segini dulu deh.
"Ya ALLAH, semoga tidak Engkau putus tali silaturahim hamba dengan sahabat2 hamba di sini. AMIN."
May 26, 2010
Ngenet Gratis – Pamit – Award
Di sini diriku mau berbagi cara ngenet gratis. Bener2 gratis tis tis tis, ngenetnya *ih, jaman sekarang kok ada yg gratis, jaman sekarang tuh apa2 bayar, mau buang air kecil aja bayar*. Nggak percaya dia, ini beneran.Yg Anda butuhkan hanyalah sebuah laptop yg bisa menerima sinyal wi-fi. Bagaimana caranya??
Tapi ada syarat yg harus dipenuhi. Syaratnya adalah Anda harus terlebih dahulu menjadi anggota xXx’ers ato penghuni kos triplek atopun memiliki teman di kos xXx *wooo..dijitak para blogger*. Bayangkan, dengan harga kos2an Rp 1.275.000 pertahun Anda mendapatkan fasilitas internet gratis. Lebih tepatnya sih nemu. Ya, selama setahun lebih diriku dan teman2 dikejutkan oleh sebuah sinyal wi-fi yg nyasar di kamar atas. Nggak tau tuh sinyal siapa yg punya. Sembarangan deh buang sinyal sembarangan. Bebas, tak berpassword, lha daripada tidak digunakan kan mubadzir tuh. Padahal mubadzir kan temennya syetan, ya dipake aja deh. Dan untungnya selama ini gak ada orang yg melabrak ke kos kami karena memakai jaringan internetnya tanpa ijin, hihihi.
Tapi kalo mau nyaman ngenet, laptopnya harus punya penerima sinyal wi-fi yg kuat. Dan itu tidak berlaku untuk laptopku *hiks*. Meskipun laptopku yang lemah syahwat *emang ada gitu?* tetap bisa ngenet, tapi diriku harus rela duduk di jendela untuk mendapatkan sinyal wi-fi tanpa hambatan. Ini neh beberapa gaya kami saat ngenet.
Nah, itu tadi sedikit tips ngenet gratis dari saya. Semoga bermanfaat bagi saya. Amin.
Masih berhubungan dengan yg diatas. Karena kalo ngenet diriku harus nangkring di jendela. Dan kalo itu dikerjakan selama berjam-jam bisa-bisa pantat ini tepos dan tidak baik untuk kesehatan pantat. Ditambah lagi, besok senin kami mahasiswa STAN harus menghadapi seleksi alam lagi a.k.a UTS semester genap. Jadi diriku ingin pamit dulu untuk sementara dari dunia blogsphere. Paling tidak selama 3 minggu dari sekarang. Satu minggu persiapan dan dua minggu ujian. Diriku ingin fokus ke UTS dulu karena di UTS ini diriku harus mendapatkan hasil yg terbaik jika ingin mendapat predikat “cumlaude” di akhir semester *wess..cumlaude*. Berharap dikit gak apa2 kan, kalo bisa kan Alhamdulillah. Masa’ dari dulu cuma terancam doank, gak cumlaude cumlaude *hehe*.
Untuk itu saya, Daud Abdul Malik sebelumnya minta maaf apabila selama ini ada tulisan2 ataupun komen2 yg menyinggung perasaan temen2 semua. Saya mohon doanya dari semua sahabat blogger. Semoga UTS kali ini saya diberikan kemudahan dan hasil yg terbaik. AMIIIINNN.
Yang ketiga, disini diriku ingin memajang award yg telah diberikan padaku. Yang pertama *lho?tadi kan udah yg ketiga* award dari om_rame, silakan :
Kemudian dari viita yang katanya mirip sama Widy Vierra. Diambil yg aku belum dapet aja yaa.
Makasih ya om_rame and viita buat awadnya....
Sekali Lagi Saya Mohon Doanya dari Sahabat Blogger Semua
Terima Kasih
I'll be Back
May 19, 2010
A Little Trip
Jum’at kemaren, akhirnya rencana kelas 2S Akuntansi (ato kami menyebutnya Dua Sak Semen) terwujud juga. A little trip to Dufan. Sebenarnya rencana ini udah lama banget, tapi baru terealisasi hari Jum’at kemaren. Mumpung pas libur agak panjang *4 hari* ditambah lagi ada diskon 50%, makin semangat aja deh *maklum, Para Mahasiswa Pencari Diskon*. Meski saat mau berangkat ada sedikit hambatan mengenai kendaraan. Akhirnya armada “Boeing 613” berhasil mendaratkan kami di Ancol tepat waktu.
Sampai Ancol langsung menuju pantai karnaval, photo2 bentar, Sholat Jum’at. Sehabis sholat jum’at langsung menuju Dufan. masyaAllah, ternyata antrinya udah panjang banget. Setelah akhirnya ada korban yg disuruh ngantri sambil bawa 16 STNK *bisa digadaiin tuh* 32 tiket pun di dapat. Saatnya menuju TKP.
Awalnya kami semua *32 anak* bareng2. Tapi gara2 tornado akhirnya saya bersama 3 orang teman terpisah dari rombongan *gara2 ngantri paling akhir* dan tidak bisa mengikuti sesi photo2 bersama teman2 yg lain *curang neh temen2*.
Dan inilah beberapa wahana yg sempat kami coba *tidak semuanya dituangkan di sini tapi*, beberapa aja :
KICIR-KICIR
Inilah wahana yg pertama kali kami naiki setelah masuk Dufan. Dan menurutku wahana ini yg paling memberikan sensasi daripada yg lain. Diputar2 bagai kipas angin sedikit membuatku agak mual tapi gak terlalu. Takutnya kalo tiba2 kursinya lepas gimana tuh *tapi tetep positif thinking*. Kicir-Kicir Lewat.
ALAP-ALAP
Anaknya HALILINTAR. Gak begitu menyeramkan, cuma bikin deg2an. Sayang diriku gak bisa naik HALILINTARnya. Padahal pengen banget nyoba, sayang waktu tak mengijinkan.
Alap-alap
from here
TORNADO
Kata orang2 sih menakutkan. Tapi bagiku nggak terlalu menakutkan *cuma takut kalo2 jatuh*. Paling krasa tuh cuma waktu diputer, kaya’ gak ada gravitasi, cepet banget. Over all, TORNADO LEWAT.
KORA-KORA
Di sini nih yg bikin salah satu temenku takut banget. Awal mau naik ngajakin duduk dibelakang, eh baru duduk di nomor 3 dari belakang udah takut. Gimana kalo jadi duduk dibelakang tuh. Dan gara naik Kora-Kora dia udah gak ada feel naik wahana lainnya yg ada tantangannya. Di sini sebenarnya ada cerita unik, tapi kayaknya terlalu vulgar untuk diceritakan *jadi disimpen aja deh, biar saja kami dan Allag yg mengetahuinya, hehe*
NIAGARA-GARA
Di sini sensasinya cuma saat turun dengan kecepatan tinggi. Abis itu, basah deh.
JOURNEY TO THE CENTER EARTH
Ini nih wahana yg membuat diriku kecewa. Antrinya kan panjang tuh, biasanya kan yg antrinya panjang tuh bagus. Eh ini udah antrinya puuuuaannjaaang, pas masuk cuma disuguhin film + simulasi gak jelas. Malah kaya’ duduk dikursi pijat aja. Kecewa berat pokoknya, waktuku abis di sini nih sampe gak bisa naik Halilintar.
Journey
from here
LORONG SESAT/RUMAH KACA
Cuma iseng aja sih masuk sini. Ada cerita menarik juga disini. Kami berempat kan masuknya udah agak malam tuh. Yg masuk Cuma kami berempat pula. Nggak tahu kenapa, sekitar 15 menitan di dalam, mungkin karena gak keluar2 kali ya. Mbak2 penjaganya yg mengira kami tersesat masuk nyariin kami. Pas ketemu, eh kami berempat malah lagi asyik photo2. Kami pun cuma cengar-cengir gak jelas, hhe, maaf mbak membuatmu khawatir.
Segitu aja deh. Wahana yg lain, coba sendiri aja yaa. Have a nice day.
Ohy, sebelum pulang diriku sempat buat LIGHT PAINTING buat si dia pake kamera DSLR NIKON yg dibawa temenku.
May 4, 2010
The Day of Black
Belum ada ide nih, mau posting apa. Soalnya pikiran ini sedang dialihkan ke hal lain yg lebih penting *sokpenting.com.id*. Karena selain kuliah, dalam minggu ini saya bakal disibukkan dengan sesuatu. Mencari ilmu, tapi kali ini bukan ilmu dunia yg ingin dicari, melainkan ilmu akhirat. Karena saat ini diriku sedang mengikuti asrama Kutubusittah khususnya untuk saat ini Sunan Ibnu Majjah jilid 2. Yah, meskipun tidak akan sempurna karena terganggu kuliah. Jadi, untuk seminggu ke depan sepertinya bakal jarang posting *emang biasanya posting juga jarang2* n bakalan jarang berkunjung pula ke rumah temen2 semua. Mohon maaf.
Untuk saat ini diriku memposting ulang aja deh. Karya ini sudah saya tulis di notes FB berjuta-juta detik yg lalu. [kalau ini tidak bisa disebut karya, sebut apa sajalah, coretan gak jelas juga boleh :D]
The Day of Black
*ne bhs inggris aja udah ancur gini*west of prog, di pagi sunyi hening tak bersuara,
30 juni 2009,dalam kesendirian ku,
di sini,sunyi,
hening,
semua pikiran itu datang,
pikiran yg seharusnya tenggelam di lautan,
pikiran yg seharusnya hancur diterpa ombak,
ataupun yg seharusnya ikut appolo mendarat di bulan,
kini kembali lagi,
mengetuk pintu hatiku,
yang entah saat ini,
bagaikan kayu lapuk,
kokoh di luar tetapi rapuh di dalamnya,
dia datang lagi membawa sesuatu,
yg berbeda dari yg dulu,
tapi,
aku tak ingin mengulangi kesalahanku,
untuk yg kesekian kalinya,ntah apa yg harus aku lakukan,
untuk saat ini,
aku hanya bisa berharap padaMU,hanya ENGKAU tempat ku bersandar,
ketika ku rapuh,
hanya ENGKAU tempat ku meminta,
ketika ku memohon,
Apr 15, 2010
Tak Pernah
Aku tahu
Cinta kita bedaCinta kita cinta hati
Tak pernah kurasakan indah tubuhmu
Tak pernah kurasakan hangat pelukmu
Tak pernah kurasakan lembut belaianmu
Tak pernah kukecup indah keningmu
Tak pernah kucium manis bibirmu
Tak pernah kubelai merah pipimu
Tak pernah kurengkuh mungil tanganmu
Tak pernah kusentuh indah rambutmu
Tak pernah pula berduaan denganmu
Karena…..
Aku tak bisa lakukan itu
Dan memang tak kan pernah lakukan itu
Untuk menjaga sucimu
Sampai datang ikatan itu
Yang mengikatku denganmu..ya hanya denganmu..
Teruntukmu yg di sana yg sedang menggapai cita2
Aku akan selalu menunggumu
Apr 14, 2010
Jaman Mbiyen Part 2
Akhirnya sempet juga posting yg part 2. Kalo di part 1 kemaren kita sudah liat yg ijo2 [bukan cendol gan] di part 2 ini kita akan mengenang “dolanan” [red mainan] jaman cilik mbiyen. Dolanan yg dapat memupuk rasa kebersamaan-kekompakan-kerukunan [kadang ada bertengkarnya sedikit sih], apalagi kalo kalah terus ada yg nangis, jadi ketawa sendiri kalo inget itu. Tapi sebelumnya maaf neh, tulisannya puaanjaangg banget [kalo males mending langsung ditutup aja dech].
Well, ada 2 tempat [atau satu ya? Soalnya 2 tempat ini juga deket banget] yg biasanya kami gunakan untuk bermain.
Yapz, di depan rumah kakek n nenek ku inilah tempat anak2 kecil nan lugu seperti kamu sering menghabiskan waktu, bermain bersama, melepaskan canda tawanya [kadang ada nangisnya juga]. Tempat ini biasanya ramai sehabis pulang sekolah dan kadang sampai sore banget. Cewek cowok pokoknya semuanya gabung. Dan di tempat inilah muncul permainan2 yg entah bagaimana hampir semua anak2 Indonesia hampir memiliki pemikiran yg sama. Bagaimana tidak, permainan tradisional disetiap daerah hampir memiliki karakter2 yg sama, mungkin hanya namanya yg sedikit berbeda [diriku sendiri masih tak habis pikir dengan fenomena ini].
Dan permainan2 yg sering kami mainkan adalah [nama permainan menurut kami] “dhelikan”, ular naga, “gobak sodor”, “candak dadi”, “candak patung”, “ganepo”, “benthik”, “gathéng”, “yeye”, “egrang”, “boyo2nan”, dan masih banyak lagi permainan2 yg lainnya. Then, sedikit penjelasan tentang permainan2 itu.
"Dhelikan"
“delikan”
petak umpet, udah tau kan? Permainan ini sangat familiar di masyarakat. Banyak banget variasi2 permainan ini.
petak umpet, udah tau kan? Permainan ini sangat familiar di masyarakat. Banyak banget variasi2 permainan ini.
"Ular Naga"
“ular naga”
yg ini pasti juga tahu, masih inget ne lagunya. “Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar jalar selalu kian kemari, umpan yg lezat itulah yg dicari, ini dianya yg terbelakang”.
yg ini pasti juga tahu, masih inget ne lagunya. “Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar jalar selalu kian kemari, umpan yg lezat itulah yg dicari, ini dianya yg terbelakang”.
"Gobak Sodor"
“gobak sodor”
Gobak Sodor atau di daerah lain disebut Galasin atau Galah Asin adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
sumber
Gobak Sodor atau di daerah lain disebut Galasin atau Galah Asin adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
sumber
"Candak Dadi"
“candak dadi dan candak patung”
permainan kejar2an, biasanya dimainkan 5 orang atau lebih. Satu orang yg jaga mengejar teman yg lain. Untuk candak dadi kalau ada yg ketangkap/kena maka gantian yg kena tadi yg jaga mengejar yg lain. Untuk candak patung kalau ada yg ketangkap/kena langsung jadi patung [bukan patung beneran lho hanya diam tak bergerak] dan bisa lari lagi kalo udah diselamatkan oleh teman yg lain. Kalo semua sudah jadi patung, yg jadi patung harus nurut apa yg dikatakan orang yg jaga dan yg salah maka dia yg gantian jaga.
permainan kejar2an, biasanya dimainkan 5 orang atau lebih. Satu orang yg jaga mengejar teman yg lain. Untuk candak dadi kalau ada yg ketangkap/kena maka gantian yg kena tadi yg jaga mengejar yg lain. Untuk candak patung kalau ada yg ketangkap/kena langsung jadi patung [bukan patung beneran lho hanya diam tak bergerak] dan bisa lari lagi kalo udah diselamatkan oleh teman yg lain. Kalo semua sudah jadi patung, yg jadi patung harus nurut apa yg dikatakan orang yg jaga dan yg salah maka dia yg gantian jaga.
"Ganepo"
“ganepo”
permainan 5 orang atau lebih. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya pakai bola tenis, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus menyusun lempengan kembali dan yg lainnya sembunyi. Setelah menyusun kemudian penjaga harus mencari pemain yg lain yg bersembunyi. [hampir sama dengan petak umpet]
permainan 5 orang atau lebih. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya pakai bola tenis, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus menyusun lempengan kembali dan yg lainnya sembunyi. Setelah menyusun kemudian penjaga harus mencari pemain yg lain yg bersembunyi. [hampir sama dengan petak umpet]
"Benthik"
“benthik”
kalo yg ini gimana ya, susah ngejelasinnya. Permainan 2 orang/lebih. Medianya 2 batang kayu kecil [pendek dan panjang] dan lubang di tanah. Kayu yg pendek di taruh didalam lubang dengan posisi miring sedangkan yg panjang digunakan untuk memukul kayu yg pendek tadi agar bisa melambung ke atas kemudian dipukul sejauh2nya. Dalam memukul ada 3 tahapan, yaitu satu sentuhan, 2 sentuhan dan 3 sentuhan. Bagi yg jaga harus bisa menangkap kayu yg dipukul oleh lawan. Kalau bisa menangkap dia yg menang.
kalo yg ini gimana ya, susah ngejelasinnya. Permainan 2 orang/lebih. Medianya 2 batang kayu kecil [pendek dan panjang] dan lubang di tanah. Kayu yg pendek di taruh didalam lubang dengan posisi miring sedangkan yg panjang digunakan untuk memukul kayu yg pendek tadi agar bisa melambung ke atas kemudian dipukul sejauh2nya. Dalam memukul ada 3 tahapan, yaitu satu sentuhan, 2 sentuhan dan 3 sentuhan. Bagi yg jaga harus bisa menangkap kayu yg dipukul oleh lawan. Kalau bisa menangkap dia yg menang.
"Gatheng"
“gatheng”
kalian tahu permainan bola bekel? Hampir sama dengan permainan itu. Hanya medianya diganti kerikil [terserah kesepakatan jumlahnya, 10, 20, 30, 40, dst]. Kalau dalam bola bekel mengubah2 bentuk dari medianya. Kalau gatheng mengambil kerikil, dalam mengambil juga ada teknik2nya antara lain, biasa, sunda, céken dan sunda céken. Dan setiap teknik memiliki nilai yg berbeda, tergantung kesulitannya.
kalian tahu permainan bola bekel? Hampir sama dengan permainan itu. Hanya medianya diganti kerikil [terserah kesepakatan jumlahnya, 10, 20, 30, 40, dst]. Kalau dalam bola bekel mengubah2 bentuk dari medianya. Kalau gatheng mengambil kerikil, dalam mengambil juga ada teknik2nya antara lain, biasa, sunda, céken dan sunda céken. Dan setiap teknik memiliki nilai yg berbeda, tergantung kesulitannya.
"Yeye"
“yeye"
kalau ini permainan lompat karet yg biasanya dimainkan sama anak2 perempuan. Pasti tahulah.
kalau ini permainan lompat karet yg biasanya dimainkan sama anak2 perempuan. Pasti tahulah.
"Egrang"
“egrang”
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.
"Boyo2nan"
“boyo2nan”
kalo ini maennya di kalen [selokan], tapi yg gak ada airnya. Satu orang jadi buaya dan harus ada di selokan [gak boleh naik] bertugas menangkap dan menarik pemain lain yg ada di luar selokan untuk dimasukkan ke dalam selokan dan menjadi buaya. Untuk yg di luar selokan diberi batas area sejauh jangkauan sang buaya agar larinya gak jauh2. Lha kalau jauh2 gimana buayanya bisa nangkap? wong dia gak bisa keluar dari selokan.
kalo ini maennya di kalen [selokan], tapi yg gak ada airnya. Satu orang jadi buaya dan harus ada di selokan [gak boleh naik] bertugas menangkap dan menarik pemain lain yg ada di luar selokan untuk dimasukkan ke dalam selokan dan menjadi buaya. Untuk yg di luar selokan diberi batas area sejauh jangkauan sang buaya agar larinya gak jauh2. Lha kalau jauh2 gimana buayanya bisa nangkap? wong dia gak bisa keluar dari selokan.
Tapi itu dulu. Tempat itu kini sepi. Dan diriku sudah tidak melihat lagi anak2 bermain “dolanan” tradisional itu. Mungkin jaman memang sudah berubah. Tapi akankah kebudayaan “dolanan2” itu harus punah? Apakah “dolanan2” yg bisa memupuk jiwa sosial, rasa kebersamaan, kekompakan dan kerukunan ini sudah ditinggalkan?
Kebanyakan anak2 kecil sekarang sudah mengenal Komputer, Plays Station, Nintendo, X BOX. Dan mereka lebih suka berjam2 di depan komputer maupun video games [PS, Nintendo, X BOX] bermain Winning Eleven, Yugi Ohh, Plants vs Zombie, dll daripada berkeringat capek2 bermain di luar. Bahkan kebanyakan anak2 kecil memainkan game2 yg penuh dengan adegan kekerasan dan seharusnya tak pantas untuk anak kecil seperti GTA dan WWF Smack Down. Miris memang.
Tapi, yah. Kembali ke diri kita masing2 aja. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Kita tahu mana yg baik dan mana yg buruk. Hanya berharap semoga ada sekelompok anak2 yg kemudian muncul melestarikan permainan2 tradisional tersebut [di BOLANG sering ada tuh..ternyata masih ada yg peduli juga].
Marilah kita lestarikan Budaya Asli Nusantara ini, jangan sampai hilang tergerus jamanKalo diriku pulang kampung, pasti nyempetin buat nostalgia sedikit mengenang masa kecil [hehe]
Apr 6, 2010
Wooiiii Cepetan!!! Kebelet neh!!!
Adzan subuh yg mendayu2 suaranya membangunkanku pagi itu. Kuambil air wudhu kemudian sholat subuh berjama’ah bersama anak2 kos. Sehabis subuh eh semuanya kembali ke pangkuan tempat tidur masing2, semalem pada ngapain neh kok abis subuh udah tidur lagi. Cuma diriku sendiri yg gak bisa tidur. Gara2nya ada sesuatu yg bergejolak di dalam perutku ini dari tadi, bukan janin yg menendang2, bukan, bukan itu. Aku lelaki sejati kok.
Ya sudahlah kuikuti saja hasrat sang perut ini yg sejak tadi pengen ngajak maen ke WC. Sedang asyik nongkrong sambil menyanyikan lagunya Iwan Fals dengan suara Fals birama 4 seperempat koma dua, tiba2 terbesit akhlak mulia tercela di benakku.
Mumpung masih di WC, sekalian mandi dech. Setelah selesai, keluar kamar mandi. Tak seperti biasanya neh. Biasanya keluar lewat pintu, ini keluarnya lewat atas [memang dinding WC diatas pintu tidak tinggi dan tidak full menutup ke atas, jadi ada lubang besar disitu]. Keluar dengan meninggalkan WC dalam keadaan terkunci dari dalam. NiCe JoB.
tuh..gede kan lubangnya yg diatas pintu..
Setelah melakukan itu berjalan menuju ke kamar seperti tanpa dosa, pasang muka sedikit innoncent, pura2 tidur. Selang beberapa lama kemudian muncullah orang2 dengan gejala yg hampir sama denganku tadi menuju ke arah WC. Dan teriakan2 pun muncul,
“WWOOIIII, CEPETAN. GANTIAN.” “ UDAH GAK TAHAN NEH.” “SIAPA SIH DI DALAM?DARI TADI GAK KELUAR2, DIPANGGIL GAK JAWAB”
Lha siapa yg mau jawab?orang gak ada orangnya kok, hehehe. Diriku pun hanya cengar cengir di dalam kamar mendengar teriakan2 ituh. Setelah puas cengar cengir menyiksa temen2, bagaikan seorang pahlawan, keluarlah diriku dari dalam kamar. Tapi sepertinya mereka curiga padaku. Karena diriku yg keluar paling akhir. Dan setelah mereka tahu kalau penghuni kos lengkap dan di luar semua. Tahulah mereka kalo itu ulahku, langsung dech jadi bulan2an temen2. Tapi tetep sambil ketawa ngakak dan PUASS. Hahaha.
Itulah salah satu ke-jail-an anak2 xXx’ers [panggilan anak2 penghuni kos jl. Triplek]. Sepertinya anak2 di sini sudah dikaruniai ilmu tinggi ke-jail-an, bahkan ada yg sudah sabuk hitam [emang ada ya?].
Ke-jail-an yg lainnya pernah waktu itu ada jemuran jatuh. Pas ditanya [nggak semua anak ditanya] jemuran punya siapa, gak ad yg jawab. Eh, ada temenku yg waktu itu bawa alkohol langsung menyiramkan alkohol ke kaos itu dan langsung dibakar. Setelah dibakar ternyata nggak hangus n bentuk kaos pun masih terlihat. Kami biarkan begitu saja. Tak beberapa lama ternyata yg punya datang. Melihat kaosnya jatuh dia pun ingin mengambil kaosnya. Tapi pas kaosnya dipegang, BLAR. Rontok semua tu kaos jadi butiran2 halus. “LOH..LOH..KAOSKU??” teriaknya. Dan kontan kami semuapun tertawa gak karuan. Untung aja orangnya gak marah, kalo marah gimana coba??hehe.
Tapi meskipun kami saling jail-menjaili, kami tetaplah anak2 kos yg kompak dan saling bantu sama lain kalo temen kesulitan. Itu hanya sebagian kecil dari ke-jail-an kami untuk berpartisipasi dalam event yg diadain mbak jelita yg sedang mencari VIP [Very Iseng Person]. Menang kalah gak penting, yg penting bisa berpartisipasi. Have a nice dayy.
Apr 3, 2010
Udara Pagi pun Menyambutnya
Sore itu di sebuah terminal di kota “What Ice” di tengah kerumunan orang2 yg lalu lalang datang dan pergi. Terlihat seorang anak muda dengan jaket hijaunya duduk merenung sembari sesekali memainkan rubiknya di depan sebuah PO Sumber Alami yg akan mengantarkannya ke dunia yg berbeda. Setiap ada bus datang dia selalu tegap menatap bis itu, dilihatnya nomor yg tertera pada plat kuning. Kemudian menunduk lagi. “ah, biasanya juga paling akhir.” Pikirnya.
Benar saja, ketika terminal itu mulai sepi karena ditinggalkan orang2 yg sudah lebih dulu pergi. Bis terakhir pun datang. AA 1737 AC. “ah, itu dia. Benarkan, pasti yg terakhir” gumamnya. Jam di handphonenya sudah menunjukkan pukul 16.00. Sudah satu setengah jam dia menunggu. Dia kemudian bangkit, mencium tangan ayah dan ibu dengan penuh kasih memohon doa restu. Melangkah menuju bis yg sudah menunggunya. Celingak celinguk mencari angka 26. Setelah ketemu langsung direbahkan tubuhnya kekursi bis yg lumayan empuk itu. Diambilnya headset dari tasnya dan ditutuplah kedua telinganya. Alunan suara emas Tantri mengawali perjalanannya dengan “Pelan-pelan Saja”.
Sudah tak terhitung berapa suara emas yg mengiringi perjalanannya. Sampailah dia di tempat yg penuh dengan bis2 dari PO Sumber Alami. Waktu menunjukkan pukul 20.45. Seperti biasa, turunlah dia. Dan yg dituju pertama kali adalah tempat suci untuk berbicara dengan-Nya. Setelah puas berbicara meskipun tanpa melihat-Nya, dia berjalan menuju mbak2 penjual mie. “mbak, mie nya satu”. Bagaikan orang yg tidak makan beberapa hari, dilahapnya mie itu dalam waktu yg singkat hingga yg tersisa hanya wadahnya saja.
Sudah setengah jam dia di sana. “tidak biasanya seperti ini” pikirnya. Ternyata ada sedikit masalah dengan bisnya. Lampu depan tidak bisa hidup. Tapi dengan bantuan para ahli masalah itu pun dengan cepat terselesaikan. Saatnya melanjutkan perjalanan. Kali ini tak terlihat headsetnya menemani. Oh, ternyata sudah ditemani oleh suara pengamen. Lagu iwan fals kesukaannya coba dimainkan oleh sang pengamen. Yah, meski dengan suara pas2an dan lirik2 yg tidak tepat. Dengan senang hati dia merogoh koceknya, mengambil uang Pattimura dan memberikannya kepada sang pengamen.
Kini headsetnya kembali menemani perjalanannya. “Karena ku cinta kau”nya BCL mengantarkan dirinya ke alam mimpi. Saat dia terbangun ternyata bis tengah berhenti dibawah temaram lampu di jalan tol. Entah ada masalah apa lagi tak tahu. Yg bisa dia lakukan hanyalah menunggu sambil di temani “Siang Seberang Istana”nya Iwan Fals. Masalah terselesaikan, perjalanan berlanjut. Di sepanjag perjalanan matanya selalu melihat jauh ke arah langit yg dipenuhi bintang2 yg seakan menemani perjalanannya dan kemudian mengantarnya tidur kembali. Sesekali dia terbangun tapi kemudian tidur lagi.
Dan saat dia terbangun untuk terakhir kalinya, waktu menunjukkan pukul 05.00. Ahh, udara Bintaro sudah menyelimuti pagi ini. Menyambut kedatangannya kembali. Demi sebuah cita2 yg mulia. “Fifa World Cup Anthem” pun menjadi penutup perjalanannya. Memberikan semangat untuk menjalani hari ini.
WELCOME BACK TO “BINTARO”.
Apr 1, 2010
Ndadak..Mendadak..
Posting dadakan yg gak penting banget neh. Tadinya mau posting "Jaman Mbiyen Part 2", tapi malah draftnya lupa nggak di bawa. Maklum kalo pas pulang kampung ngenetnya di warnet. Nulis draft di rumah trus dibawa ke warnet. Kalo nulis diwarnet bisa2 abis ne duit. Orang nulis di rumah, trus di warnet tinggal posting + BW aja udah ngabisin minimal 10ribu sekali ngenet. Haduh2, makin kanker [kantong kering] neh.
Tapi sebenernya gak ada niat ke warnet sih hari ini. Tadi berangkat ke warnet gara2 liat status2 facebook yg pating slebar di home-ku yg ngomongin IP IP IP dan IP. Yang ternyata sudah keluar hari ini. Melihat itu diriku langsung BERUBAH [bukan power ranger ne]. Bahkan lupa kalo ternyata belum mandi, untung sudah sikat gigi, mendinglah [ketauan aibnya neh].
Sampai warnet langsung dibuka www.stan.ac.id yg membutuhkan waktu lamaaaaa banget gak kebuka2 [ne ribuan anak stan lagi buka bareng2 apa ya?]. Untung aja pas melongok ke facebook lagi ada yg ngasih linknya langsung ke TKPnya. Alhasil dengan mudahnya file2 penting nan sakti itu masuk ke flashdisk. Ini adalah file sakti yg bisa merubah seseorang hanya dalam sekejap. Setelah melihat file ini mungkin ada yg cengar-cengir gak bisa mikir, tertawa ngakak sambil jumpalitan, senyum2 sampe bibir kering karena dapet IP bagus. Tapi mungkin ada juga yg langsung mellow, terharu biru menderu2, sedih, perih, mringis trus kepengen pipis [ini mah gara2 kebanyakan minum] gara2 IP mereka terjun bebas hambatan atau terkena kebijakan yg tidak mengenakkan. DO. Itulah yg bisa diperbuat oleh file sakti ini.
Bagaimana dengan diriku??dan juga kelasku??
Segala syukur kepada Allah aku panjatkan. ALHAMDULILLAH menghiasi tutur kataku saat ini. Diriku dan juga teman2 satu kelas ku tidak ada yg terkena DO. Hanya memang ada satu orang yg tidak lulus untuk tahun ini karena mengambil cuti tahun depan gara2 sakit. Kami menunggumu kembali kawan!!!!
Dan cukup sekian saja breaking news kali ini. Saya selaku mahasiswa yg terancam cumlaude ini mengucapkan banyak2 terima kasih kepada semua teman2 blogger yg senantiasa mendoakan saya dan teman2. Beribu2 terimakasih kami haturkan. Wassalam.
matur nuwun, baie dankie, dank u, obrigado, grazie, hatur nuhun, terima kasih, thank you untuk semua teman2
n
ALHAMDULILLAHIROBBIL 'ALAMIN to ALLAH SWT
Mar 22, 2010
Jaman Mbiyen - Part 1
Kembali ke mesin ketik [ini bukan istilahnya bang Tukul]. Ini hayalah sebuah kata kiasan. Jaman sekarang kan jamannya komputer, semuanya serba pake komputer [kecuali ngupil belum bisa pake komputer]. Tapi dengan kembali ke mesin ketik, berarti kita akan mengenang masa lalu. Masa lalu yg entah itu indah ataupun buruk. Kalau ada orang yg bilang buanglah kenangan buruk jauh2 dan simpanlah kenangan indah dalam memory, diriku kurang setuju dengan kata2 itu. Karena kadang2 kenangan yg buruk itu memberikan pelajaran yg berharga buat hidup kita sehingga kita tahu apa yg harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik. Wah2, mulai nglantur neh ngomongnya. Oke, to the point of view aja deh.
Yah, kali ini diriku akan mengingat masa2 kecilku dulu [mumpung dirumah, jadi bisa ambil foto2nya langsung]. Masa2 indah tanpa beban, kerjaannya Cuma maen terus sih. Dahulu diriku bukanlah seorang anak yg baik, yg selalu nurut kata2 orang tua. Disuruh berangkat sekolah susah, disuruh belajar susah, disuruh ngajipun juga susah [memang anak gak berbakti neh]. Kerjaannya hanya maen, maen ,dan maen [namanya juga anak kecil..ngeles mode ON]. Dan diantara tempat2 maen itu, yg paling aku sukai adalah lapangan bola n alas [red hutan].
Sejak kecil sampai diriku sebelum SMA , ada 3 lapangan bola yg sering aku pake buat maen bola sama temen2. Lapangan yg dibuat tanpa biaya. Pertama dengan teknik searching tempat2 yg cocok untuk maen bola. Setelah ketemu yg cocok, ajak temen2 kerja bakti membersihkan tempat tersebut. Setelah berpeluh kesah beberapa jam, jadi deh lapangan yg diharapkan. Tanpa biaya karena semua telah tersedia [bahan untuk gawang pun sudah disediakan oleh alam], kecuali bola tetep harus beli. Tapi semua lapangan itu kini sudah tidak berbentuk lapangan lagi. Bagaimana bentuknya sekarang? Kita tengok yuk.
Lapangan ini adalah lapangan pertama kami [kami aja ya, karena memang ini karya anak2 kampung semua]. Tempatnya deket banget sama rumahku, jalan gak sampe satu menit nyampe. Memang kecil sih lapangannya, apalagi ditambah pohon bambu dibagian tengah lapangan ini. tapi meski begitu, maen bola pun tetep asyik. Lapangan inilah yg paling sering kami gunakan. Bahkan lapangan ini dulu sempat diubah menjadi arena balap sepeda oleh anak2. Tapi sekarang lapangannya udah kotor lagi, gak ada yg ngebersihin [gak ada penerusnya sih]. Kapan ya ini bisa jadi lapangan lagi??
Dan ini adalah lapangan kedua kami. Lebih luas dari lapangan yg pertama, tapi agak jauh. Sudah kaya’ Old Trafforrd neh, meskipun arealnya gak rata. Jadi inget kalo mau berangkat ke lapangan ini mesti harus berurusan dengan anjing [kadang2 dikejar sama anjing temen]. Waktu kemaren diriku mengunjungi lapangan ini, bentuk lapangan masih dapat dilihat. Tapi perhatikanlah pohon2 kecil yg berjajar panjang itu. Itu adalah pohon jati [mungkin untuk reboisasi kali yaa]. Dan itu menandakan lapangan ini sudah tak bisa buat maen bola. Dan semoga saja pohon jati ini cepat tumbuh dan membuat daerah ini menjadi rindang.
[loh..mana lapangannya??] yah,memang lapangan ini sudah gak berbentuk lagi. Sudah dirubah jadi kebun oleh si pemilik tanah.
Dan sekarang menuju HUTAN. Sayang bukan hutan pinus, kalau pinus pasti si peri hutan akan senang [hihi]. Di hutan ini pohonnya beragam, tetapi yg paling banyak adalah pohon jati. Pohon jati tumbuh merajalela di sini, ditemani pohon2 besar n kecil lainnya. Di sini lah tempatku berpetualang bersama teman2. Menyisir hutan yg membentang dari barat ke selatan dan dilajutkan ke timur. Mencari “duèt” [anggur jawa kali ya kalo bhsa indonesianya], mencari “asem”, jangkrik, madu, banyak dech. Dah kayak bolang aja neh [bocah ilang]. Banyak hal2 unik yg aku dapat di hutan ini, tapi waktu kemaren naik ke hutan lagi, diriku belum nemuin hal2 uniknya [baru sedikit juga sih nyisir hutannya]. Makin lebat aja ne hutan, jadi susah nyarinya. Kita tengok hutannya yukk.
Tapi selain tempat berpetualang, hutan ini juga menjadi tempat mencari nafkah warga setempat. Apa itu??
Yapz, mencari batu. Sudah banyak bekas2 PPB [Para Pencari Batu] ini di sekitaran hutan. Apa ini akan merusak ekosistem hutan ini?? semoga saja tidak. Tapi, kalau batu2 itu terus menerus diambil apakah hutan ini akan tetap kuat?? entahlah.......
Its the end of the part one...wait me in the next part...see u...
PS: ohya, kemaren ada yg tanya cara bikin spoiler. Untuk bikin spoiler di blog bisa lihat tutorialnya di sini
Mar 19, 2010
Journey to The East
Pada jaman dahulu turunlah sebuah batu besar dari langit. Tiba-tiba batu itu pecah dan dari batu tersebut keluarlah seekor kera yang kemudian menjadi murid sang Biksu Tong san Chong untuk mencari kitab suci ke barat. Loh? Itu mah “journey to the west”. Lha terus apa dong “journey to the east”?? Perjalanan kembali setelah mendapat kitab suci?? Bukan, bukan itu. Ini hanyalah perjalanan dari Tangerang menuju Timur, tepatnya di sebuah desa bernama Giripeni dimana gubukku yg sudah agak reyot berdiri kokoh di sana [reyot kok berdiri kokoh??].
Tapi di sini aku tidak akan menceritakan secara rinci perjalanan pulangku ke rumah [karena memang perjalanan yg membosankan]. Hanya duduk2 di bis selama semalaman n tau2 udah nyampe aja di kotaku tercinta. Wates @ Kulon Progo. Banyak orang yg gak tau apa itu Wates atopun Kulon Progo. Ketika aku ditanya, “asalnya dari mana mas?”. “Kulon Progo” jawabku. “Kulon progo?? Dimana tu mas??”. “Itu, timurnya Purworejo [karena memang orang lebih banyak tahu Purworejo]”. Eh, yg tanya masih protes lagi, “bukannya timurnya Purworejo itu Jogja yaa??”. “sebelumnya Jogja pak” jawabku lagi. “Ohh, disitu ada Kabupaten toh”. OMG. Ternyata memang hanya segelintir orang yg tahu apa dan dimana Kulon Progo. Malangnya nasib kotaku ini [kota apa desa].
Padahal di tengah2 ibukota Kulon Progo a.k.a Wates berdiri kokoh patung pejuang wanita Indonesia “Nyi Ageng Serang”. Beliaulah yg menjadi ikon yg membuat Wates dikenal. Dan di kota inilah gubug tempatku berteduh dan bernaung masih tetap berdiri. Tepatnya di dusun Jurangjero, desa Giripeni, kecamatan Wates. Tempatku memang agak jauh dari kota Wates, yah kira2 3 km. Dan di sini diriku hanya akan memberikan pencerahan tentang dusunku tercinta ini [gak pa2kan bangga dengan rumah sendiri].
[sekalian nyoba spoiler dech..silakan]
Nyi Ageng Serang...
gambar diambil di sini
Dimulai dari jalan desa setelah masuk dari jalan agak raya. Dari situ kita akan menemui sebuah jalan yg diapit oleh sawah bertabur tanaman yg meluas ke kanan dan ke kiri [tanamannya pun macam2, dari padi, kacang tanah, sampai pakan ternak pun ada]. Kira2 200 m sawah ini mengapit jalanan.
Kemudian setelah agak naik sedikit kita akan menjumpai sebuah kuburan. Kuburan yg menurutku tidak menakutkan. Yapz, kuburan China ato orang2 di sini menyebutnya “Bong Chino”. Makam2 orang China yg sudah ada sejak diriku belum lahir dan menjadi tempat bermainku dulu setelah pulang dari TK [dasar anak kecil, main2 kok dikuburan].
Beranjak dari Bong Chino kita menuju 2 tanjakan yg bisa bikin kaki gempor kalo kita jalan kaki atopun naek sepeda onthel. Apalagi setelah pulang sekolah, pasti sampe rumah langsung ngabisin 2 piring nasi. Tanjakan ini berawal dari Bong Chino, kemudian landai sebentar dan naik lagi. Sampai puncak kemudian turun, meskipun turunannya cuma pendek [banget malah].
Kemudian ini ada pemandangan yg kita dapat setelah dari tanjakan [selain rumah2 penduduk pastinya].
Dan, sampailah kita dipenghujung perjalanan setelah melewati liku2 jalanan. Inilah gubugku tercinta.
Oh, karena sekarang ada pohon2 itu gubugku jadi tidak kelihatan kalo tidak dari jalan di depan rumah. Nah, ini dia gubugku tercinta. Dikelilingi oleh ladang milik nenek di bagian utara yg selalu ramai dengan warna-warni tanaman. Kebun di bagian timur dan selatan. Dan jalan di bagian depan.
Welcome to My Paradise. Di sinilah tempatku bernaung dari hujan, berlindung dari panas yg menyengat, tempatku mendekam kalau ada petir yg menyambar. Tempat yg selalu ramai oleh tawa canda dan sesekali tangisan Sang penghuni yg memang lumayan banyak. 8 orang. Ayah, Ibu, Diriku dan 5 adikku yg cantik2. I love them all.


















































