Apr 14, 2010

Jaman Mbiyen Part 2

Akhirnya sempet juga posting yg part 2. Kalo di part 1 kemaren kita sudah liat yg ijo2 [bukan cendol gan] di part 2 ini kita akan mengenang “dolanan” [red mainan] jaman cilik mbiyen. Dolanan yg dapat memupuk rasa kebersamaan-kekompakan-kerukunan [kadang ada bertengkarnya sedikit sih], apalagi kalo kalah terus ada yg nangis, jadi ketawa sendiri kalo inget itu. Tapi sebelumnya maaf neh, tulisannya puaanjaangg banget [kalo males mending langsung ditutup aja dech].

Well, ada 2 tempat [atau satu ya? Soalnya 2 tempat ini juga deket banget] yg biasanya kami gunakan untuk bermain.

Yang Pertama ..
di depan rumah kakek dan nenek

Yang Kedua ..
di sebelah selatan rumah kakek dan nenek

Yapz, di depan rumah kakek n nenek ku inilah tempat anak2 kecil nan lugu seperti kamu sering menghabiskan waktu, bermain bersama, melepaskan canda tawanya [kadang ada nangisnya juga]. Tempat ini biasanya ramai sehabis pulang sekolah dan kadang sampai sore banget. Cewek cowok pokoknya semuanya gabung. Dan di tempat inilah muncul permainan2 yg entah bagaimana hampir semua anak2 Indonesia hampir memiliki pemikiran yg sama. Bagaimana tidak, permainan tradisional disetiap daerah hampir memiliki karakter2 yg sama, mungkin hanya namanya yg sedikit berbeda [diriku sendiri masih tak habis pikir dengan fenomena ini].

Dan permainan2 yg sering kami mainkan adalah [nama permainan menurut kami] “dhelikan”, ular naga, “gobak sodor”, “candak dadi”, “candak patung”, “ganepo”, “benthik”, “gathéng”, “yeye”, “egrang”, “boyo2nan”, dan masih banyak lagi permainan2 yg lainnya. Then, sedikit penjelasan tentang permainan2 itu.

"Dhelikan"
“delikan”
petak umpet, udah tau kan? Permainan ini sangat familiar di masyarakat. Banyak banget variasi2 permainan ini.

"Ular Naga"
“ular naga”
yg ini pasti juga tahu, masih inget ne lagunya. “Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar jalar selalu kian kemari, umpan yg lezat itulah yg dicari, ini dianya yg terbelakang”.

"Gobak Sodor"
“gobak sodor”
 Gobak Sodor atau di daerah lain disebut Galasin atau Galah Asin adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
sumber

"Candak Dadi"
“candak dadi dan candak patung”

permainan kejar2an, biasanya dimainkan 5 orang atau lebih. Satu orang yg jaga mengejar teman yg lain. Untuk candak dadi kalau ada yg ketangkap/kena maka gantian yg kena tadi yg jaga mengejar yg lain. Untuk candak patung kalau ada yg ketangkap/kena langsung jadi patung [bukan patung beneran lho hanya diam tak bergerak] dan bisa lari lagi kalo udah diselamatkan oleh teman yg lain. Kalo semua sudah jadi patung, yg jadi patung harus nurut apa yg dikatakan orang yg jaga dan yg salah maka dia yg gantian jaga.

"Ganepo"
“ganepo”

permainan 5 orang atau lebih. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya pakai bola tenis, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus menyusun lempengan kembali dan yg lainnya sembunyi. Setelah menyusun kemudian penjaga harus mencari pemain yg lain yg bersembunyi. [hampir sama dengan petak umpet]

"Benthik"
“benthik”
kalo yg ini gimana ya, susah ngejelasinnya. Permainan 2 orang/lebih. Medianya 2 batang kayu kecil [pendek dan panjang] dan lubang di tanah. Kayu yg pendek di taruh didalam lubang dengan posisi miring sedangkan yg panjang digunakan untuk memukul kayu yg pendek tadi agar bisa melambung ke atas kemudian dipukul sejauh2nya. Dalam memukul ada 3 tahapan, yaitu satu sentuhan, 2 sentuhan dan 3 sentuhan. Bagi yg jaga harus bisa menangkap kayu yg dipukul oleh lawan. Kalau bisa menangkap dia yg menang.

"Gatheng"
“gatheng”
kalian tahu permainan bola bekel? Hampir sama dengan permainan itu. Hanya medianya diganti kerikil [terserah kesepakatan jumlahnya, 10, 20, 30, 40, dst]. Kalau dalam bola bekel mengubah2 bentuk dari medianya. Kalau gatheng mengambil kerikil, dalam mengambil juga ada teknik2nya antara lain, biasa, sunda, céken dan sunda céken. Dan setiap teknik memiliki nilai yg berbeda, tergantung kesulitannya.

"Yeye"
“yeye"
kalau ini permainan lompat karet yg biasanya dimainkan sama anak2 perempuan. Pasti tahulah.

"Egrang"
“egrang”
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.

"Boyo2nan"
“boyo2nan”
kalo ini maennya di kalen [selokan], tapi yg gak ada airnya. Satu orang jadi buaya dan harus ada di selokan [gak boleh naik] bertugas menangkap dan menarik pemain lain yg ada di luar selokan untuk dimasukkan ke dalam selokan dan menjadi buaya. Untuk yg di luar selokan diberi batas area sejauh jangkauan sang buaya agar larinya gak jauh2. Lha kalau jauh2 gimana buayanya bisa nangkap? wong dia gak bisa keluar dari selokan.

Tapi itu dulu. Tempat itu kini sepi. Dan diriku sudah tidak melihat lagi anak2 bermain “dolanan” tradisional itu. Mungkin jaman memang sudah berubah. Tapi akankah kebudayaan “dolanan2” itu harus punah? Apakah “dolanan2” yg bisa memupuk jiwa sosial, rasa kebersamaan, kekompakan dan kerukunan ini sudah ditinggalkan? 

Ini nih Penggantinya

Kebanyakan anak2 kecil sekarang sudah mengenal Komputer, Plays Station, Nintendo, X BOX. Dan mereka lebih suka berjam2 di depan komputer maupun video games [PS, Nintendo, X BOX] bermain Winning Eleven, Yugi Ohh, Plants vs Zombie, dll daripada berkeringat capek2 bermain di luar. Bahkan kebanyakan anak2 kecil memainkan game2 yg penuh dengan adegan kekerasan dan seharusnya tak pantas untuk anak kecil seperti GTA dan WWF Smack Down. Miris memang.

Tapi, yah. Kembali ke diri kita masing2 aja. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Kita tahu mana yg baik dan mana yg buruk. Hanya berharap semoga ada sekelompok anak2 yg kemudian muncul melestarikan permainan2 tradisional tersebut [di BOLANG sering ada tuh..ternyata masih ada yg peduli juga].
Marilah kita lestarikan Budaya Asli Nusantara ini, jangan sampai hilang tergerus jaman
 Kalo diriku pulang kampung, pasti nyempetin buat nostalgia sedikit mengenang masa kecil [hehe]

26 comments:

  1. hahaha... jadi ingat waktu masih kecil sob...

    ReplyDelete
  2. iyaya... kangeennn sm permainan2 itu... :)

    slamat pagi..(^_^)

    ReplyDelete
  3. iyaaaaaah
    dulu juga suka maen ituh...
    dari ketawa ngakak ampe nangis hi hi...
    ditempat aku anak2 kecilnya masih suka permainan tradisional
    kadang pengen ikut, tapi.... malu he he...

    met pagi
    have a nice day ^^

    ReplyDelete
  4. kalau sekarang kita mainkan lagi seru kali y,kawan
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  5. bener banget brother...
    jadi kangen ma benthik hehehe

    ReplyDelete
  6. @rock : masa kecil yg menyenangkan kan sob??

    @ika_SweetyOrange : kangen sama yg mana ne mbak..
    selamat pagi juga mbak..

    @inge : ditempatku juga masih ada sih..tapi jarang..

    @bluethunderheart : pasti seru ituh..

    @mbak fanny : iya neh mbak..selamat pagi juga mbak..

    @daniel : haha..sama bos..

    ReplyDelete
  7. kalo dulu yang gerak satu tubuh kita, sekrang yang gerak mulut (ngoceh) sama jari tangan sja...

    ReplyDelete
  8. mama..
    saya jadi ingat jaman kecil saat masih dekil..

    sekarang gak pernah main gituan lagi, mainna game online ^^

    ReplyDelete
  9. huaaa >,< jadi kangen masa kecil
    mau maen petak umpet lg

    ReplyDelete
  10. waaah mainan gue waktu kecil dulu
    jadi keinget masa-masa lalu

    kalo sekarang mah maennya ke mall mall sama ke warnet
    hahah

    ReplyDelete
  11. alhamdulillah, elok ngalamin masa kecil dengan segala permainan yang disebutin di atas.. hihihii.. jadi inget waktu masih kecil ^__________^

    gimana caranya buat ngebudayain permainan itu lagi?? kayaknya bakal semakin punah,,

    ReplyDelete
  12. ember tuh... anak2 skrg daya kreatifitasnya smkain menurun, karena taunya cuma beli lalu pake. Trus kegiatan anak2 skrgpun lbh byk indoor alias maen PS, komputer dll sehingga jiwa sosialisasi mereka bisa kering.

    Mgkn ini ada pengaruhnya dg gaya ortu skrg mendidik anak. Serba takut kotor, atau takut anaknya bergaul sembarangan atau alasan lainnya shg si anak dikurung dirumah bersama mainan yg membuat daya kreatifitas anak berkurang

    ReplyDelete
  13. Anak zaman sekarang udah terkontaminasi sama mainan modern dan kayanya malu main permainan tradisional

    ReplyDelete
  14. wah, permainan masa kecil kita byk yg sama sob, dan penggantinya jg sama, hahahaaa...anak2 kecil cuman kenal PS doang skrg mah... padahal permainan itu seharusnya dilestarikan,,,

    ReplyDelete
  15. bener,,,
    bikin kangen masa2 kecil
    hihihihi

    thx ya udah bikin postingan begini,,,

    xoxo
    YULIA RAHMAWATI
    Get Up,Survive, Go Back To The Bed

    ReplyDelete
  16. ada tag n award di blog aku
    ambilll yah ^^

    ReplyDelete
  17. Wah jd inget ms kecil ;-), tp jman skrang nak2 laen dh permainanx ..

    ReplyDelete
  18. Gobak Sodor kalau tulungagung balk sodor, beda tipis.

    Benthik kalau tulungagung tektur

    tak tambahin lagi. ondel, betengan apa lagi yah lupa aq

    ReplyDelete
  19. aku dulu paling hobby main delikan, tapi kok ya ketauan terus....... jaga maning jaga maning :)

    ReplyDelete
  20. wah semua permainan diatas sering gw mainin jaman kecilku dulu...sekarang digantikan oleh mainan anti sosial...

    ReplyDelete
  21. wuakakakakak, jadi inget waktu dulu ane suka maen gatrik. tapi anak jaman sekarang taunya PS....

    ReplyDelete
  22. saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  23. @secangkir teh dan sekerat roti : betul tuh mbak..

    @Ra-Kun : dulu waktu kecil dekil ya??hhmm..pindah haluan neh..hehe..

    @ria : ayo mbak maen petak umpet lagi..

    @hellgalicious : iya maenan jaman dulu yg menyenangkan..ngapain tuh ke warnet??

    @elok : alhamdulillah deh..jangan sampe punah donk mbak..hhe..

    @kucing tengil : setuju..pokoknya setuju ajalah..haha..

    @agung : betuulll..sungguh ironis..

    @siroel : iya..PS sama game online

    @ladyulia : siipp..sama2..

    @inge : siap komandan..

    @ratasoe : iya..dah berbeda dan kebanyakan individualis..

    @rizky2009 : walaupun berbeda nama..tapi tetap sama..nice..makasih sob..

    @richoyul : ndelik'e ora rimpen kui..wkwk..

    @bayu lebond : betuuull..

    @mauren : okee..apanya neh yg mantap??hehe..

    @eka jahe : gatrik apaan tuh mas??hhe

    @bluerhunderheart : salam hangat kembali..

    ReplyDelete
  24. Kalo ingat jaman dulu jd pingin kecil lagi.
    Dulu tempatku blm ada listrik jd kalo main gobak sodor malam hari pas terang bulan anak2 rame main orang tua asyik pada ngobrol diteras
    kadang sambil nyoraki anak2 . Asyiiiiiikkk......

    ReplyDelete

Monggo bagi yang mau mengeluarkan uneg-unegnya. Jangan cuma disimpan dalam hati, gak baik lho. Ditunggu coretan-coretan kalian semua. Terima Kasih :D