Showing posts with label WestProg. Show all posts
Showing posts with label WestProg. Show all posts

Jun 14, 2012

Nggawe Geblek utawa Membuat Geblek

Kemaren diriku udah posting tentang Geblek. Jadi, sudah tahu kan geblek itu apa. Tapi kepiye to nggawene geblek iku? Membuatnya gak terlalu susah kok, cuma butuh ketelitian aja. Kalo misal ada yang tertarik bisa kok dibuat di rumah, nanti diriku siap jadi tester :D. Oke, gak usah panjang kali lebar tambah tinggi lagi daripada makin gak jelas ntar, langsung saja deh. Resep ini kudapat dari seorang penjual Geblek yang tinggal di dekat rumah temanku, di Pengasih.

May 16, 2012

Geblek


eSBeYe aja suka
Diriku langsung tertarik dan teringat sesuatu ketika melihat judul berita tersebut. Dan ternyata benar, itu adalah berita dari Kulon Progo (red tempat kelahiranku) yang baru saja mengadakan lomba desain batik khas Kulon Progo. "Geblek Renteng", itulah yang menarik perhatianku, tepatnya sih "Geblek" nya. Mungkin maksud dari sang pembuat desain ini adalah desain batik bermotif Geblek yang dibuat renteng-renteng atau seperti rantai. Tapi di sini saya bukan mau bahas tentang desainnya, tapi lebih ke Geblek nya. Sebelumnya saya ucapkan Selamat dulu kepada sang desainer "Batik Geblek Renteng", pemenang lomba batik khas Kulon Progo. OK, langsung ke topik.

Mar 19, 2010

Journey to The East

Pada jaman dahulu turunlah sebuah batu besar dari langit. Tiba-tiba batu itu pecah dan dari batu tersebut keluarlah seekor kera yang kemudian menjadi murid sang Biksu Tong san Chong untuk mencari kitab suci ke barat. Loh? Itu mah “journey to the west”. Lha terus apa dong “journey to the east”?? Perjalanan kembali setelah mendapat kitab suci?? Bukan, bukan itu. Ini hanyalah perjalanan dari Tangerang menuju Timur, tepatnya di sebuah desa bernama Giripeni dimana gubukku yg sudah agak reyot berdiri kokoh di sana [reyot kok berdiri kokoh??].

Tapi di sini aku tidak akan menceritakan secara rinci perjalanan pulangku ke rumah [karena memang perjalanan yg membosankan]. Hanya duduk2 di bis selama semalaman n tau2 udah nyampe aja di kotaku tercinta. Wates @ Kulon Progo. Banyak orang yg gak tau apa itu Wates atopun Kulon Progo. Ketika aku ditanya, “asalnya dari mana mas?”. “Kulon Progo” jawabku. “Kulon progo?? Dimana tu mas??”. “Itu, timurnya Purworejo [karena memang orang lebih banyak tahu Purworejo]”. Eh, yg tanya masih protes lagi, “bukannya timurnya Purworejo itu Jogja yaa??”. “sebelumnya Jogja pak” jawabku lagi. “Ohh, disitu ada Kabupaten toh”. OMG. Ternyata memang hanya segelintir orang yg tahu apa dan dimana Kulon Progo. Malangnya nasib kotaku ini [kota apa desa].

Padahal di tengah2 ibukota Kulon Progo a.k.a Wates berdiri kokoh patung pejuang wanita Indonesia “Nyi Ageng Serang”. Beliaulah yg menjadi ikon yg membuat Wates dikenal. Dan di kota inilah gubug tempatku berteduh dan bernaung masih tetap berdiri. Tepatnya di dusun Jurangjero, desa Giripeni, kecamatan Wates. Tempatku memang agak jauh dari kota Wates, yah kira2 3 km. Dan di sini diriku hanya akan memberikan pencerahan tentang dusunku tercinta ini [gak pa2kan bangga dengan rumah sendiri].

[sekalian nyoba spoiler dech..silakan]
Nyi Ageng Serang...
gambar diambil di sini

Dimulai dari jalan desa setelah masuk dari jalan agak raya. Dari situ kita akan menemui sebuah jalan yg diapit oleh sawah bertabur tanaman yg meluas ke kanan dan ke kiri [tanamannya pun macam2, dari padi, kacang tanah, sampai pakan ternak pun ada]. Kira2 200 m sawah ini mengapit jalanan.
Sawah_1
Sawah_2
Kemudian setelah agak naik sedikit kita akan menjumpai sebuah kuburan. Kuburan yg menurutku tidak menakutkan. Yapz, kuburan China ato orang2 di sini menyebutnya “Bong Chino”. Makam2 orang China yg sudah ada sejak diriku belum lahir dan menjadi tempat bermainku dulu setelah pulang dari TK [dasar anak kecil, main2 kok dikuburan].
Bong Chino_1
Bong Chino_2

Beranjak dari Bong Chino kita menuju 2 tanjakan yg bisa bikin kaki gempor kalo kita jalan kaki atopun naek sepeda onthel. Apalagi setelah pulang sekolah, pasti sampe rumah langsung ngabisin 2 piring nasi. Tanjakan ini berawal dari Bong Chino, kemudian landai sebentar dan naik lagi. Sampai puncak kemudian turun, meskipun turunannya cuma pendek [banget malah].
Tanjakan_pertama
Tanjakan_kedua

Kemudian ini ada pemandangan yg kita dapat setelah dari tanjakan [selain rumah2 penduduk pastinya].
Ijo-ijo
ya memang cuma pohon2an aja

Dan, sampailah kita dipenghujung perjalanan setelah melewati liku2 jalanan. Inilah gubugku tercinta.
Home sweet home
Oh, karena sekarang ada pohon2 itu gubugku jadi tidak kelihatan kalo tidak dari jalan di depan rumah. Nah, ini dia gubugku tercinta. Dikelilingi oleh ladang milik nenek di bagian utara yg selalu ramai dengan warna-warni tanaman. Kebun di bagian timur dan selatan. Dan jalan di bagian depan.
Home sweet home


hanya seperti inilah rumahku

Welcome to My Paradise. Di sinilah tempatku bernaung dari hujan, berlindung dari panas yg menyengat, tempatku mendekam kalau ada petir yg menyambar. Tempat yg selalu ramai oleh tawa canda dan sesekali tangisan Sang penghuni yg memang lumayan banyak. 8 orang. Ayah, Ibu, Diriku dan 5 adikku yg cantik2. I love them all.

Mar 13, 2010

BUGEL (NOT BUGIL - REALLY)

Sebenernya ini postingan yg sempat tertunda sedemikian lamanya sehingga kemudian hampir saja terlupakan. Di sini akan kita bahas sedikit mengenai BUGEL dan sedikit kupersembahkan foto2 BUGEL yg menawan (ingat sekali lagi-bukan BUGIL..bisa kena UU pornografi ntar kalo bugil).

BUGEL. Kalo orang jawa bilangnya mBUGEL [ditambahin sedikit kata M di depannya biar agak medhok]. Salah satu pantai di Kulon Progo yg mungkin belum terlalu diperhatikan oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo. Itulah bugel. Pantai yg terletan di daerah Bugel, Kulon Progo. Pantai yg sebenernya menyimpan banyak potensi kalau memang mau dikembangkan. Belum banyak bangunan2 yg berdiri, belum banyak pembangunan yg dilakukan oleh PemDa Kulon Progo. Tapi itulah yg membuat keasliannya masih terjaga.

Di sana kita tidak akan menjumpai yg namanya retribusi, semuanya gratis. Bahkan mau makanan atopun minuman juga gratis, lha wong orang jualan aja gak ada. Mau beli ama siapa. Jalan menuju ke bugel pun gak semua orang tahu kalo itu jalan ke pantai. Jalannya Cuma jalan kampung biasa meskipun sudah beraspal. Yg bakal kita jumpai di pinggir kiri kanan jalan menuju pantai hanyalah pasir2, tumbuh2an khas pantai, ditambah hamparan pohon semangka, juga ada pohon “orson” [pohon yg buahnya bisa dibuat sirup. Dari jalan raya sampai ke pantai kira2 1 setengah kilometer.

Sampai di pantai kita disambut oleh pasir hitam dan deburan ombak yg seakan mengundang untuk bermain [ceilee]. Agak kotor memang, tapi kotor oleh dahan2 pohon, maklum gak ada orang yg ngebersihin. Pantainya pun agak sepi [biasanya sih dimanfaatin sama pasangan2 yg sedang memadu kasih]. Tapi meskipun sepi, pantai itu pun tak sepi dari para nelayan yg mencari nafkah dari ganasnya lautan.

Mungkin itu saja sedikit gambaran dari pantai Bugel. Maaf kalo belum bisa menggambarkan dengan baik. Karena diriku memang tidak begitu pandai dalam merangkai kata2. Nulis ini aja hampir ngabisin waktu seharian. Diriku memang lemah dalam bahasa [malah curhat colongan neh].

Harapan untuk Pantai Bugel sendiri semoga saja Pemda Kulon Progo sedkit melirik pantai ini untuk dikembangkan sebagai tempat pariwisata, karena memang tempat ini memiliki potensi yg tidak kalah dari pantai2 lain di selatan pulau jawa.

Dan ini sedikit penampakkan dari pantai bugel. OK. Check this Out…..

[jalan menuju pantai bugel (maaf ini bukan kampanye partai ya)]

 [pasir hitam + ombak .. kok kotor yaa?? ]

[kapal para nelayan yg siap beraksi]

[jalan setapak yg mungkin susah dilewati]

[ini dia ne pohon "orson"]

Oct 13, 2009

MF 2009

Taar…tar…taarr… kembang api mewarnai kota wates sabtu malam itu.

Kota wates yang biasanya sepi sesaat berubah, mungkin untuk beberapa saat. Yah, malam itu adalah malam pembukaan Manunggal Fair 2009 di alun-alun Wates. Sayang, aku tidak bisa datang malam itu. Sejumlah band lokal meramaikan pembukaan malam itu.
Manunggal Fair dan selanjutnya disingkat MF [bukan Midfielder loh] di adakan setiap setahun sekali untuk memperingati hari jadi Kab. Kulon Progo. Yah, kayak Jakarta Fair lah, tapi dalam skala kecil. Tak sebesar Jakarta Fair sih. Jauhhhh banget dibanding JF. Gag usah dibanding bandingin ah. Setiap daerah kn memang beda2. Hhe. MF kali ini dlaksanakan dari tanggal 3-11 oktober 2009. MF diadakan disekitaran alun2 wates [anak2 biasanya nyebut Alwa]. Alwa sendiri pun tak lebar, hanya berisi 2 lapangan bola, 1 lapangan basket dan 2 lapangan tenis. Para peserta pun membuat Stand2 mengelilingi alwa.

Untuk masuk dan menonton MF para pengunjung tak dipungut biaya seperpun. Paling2 Cuma bayar parkir bagi yg bawa kendaraan. Pesertanya sendiri pun beragam, mulai dari kantor2 pemerintahan seperti DPRD dan RSUD. Perwakilan2 daerah kecamatan, sekolah2, sampai beragam jenis penjual pun ikut meramaikan MF. Tak sedikit dari para peserta yang mengadakan kuiz dengan berbagai hadiah menarik bagi para pengunjung. Salah satunya RSUD Wates yang memajang hadiahnya di dalam Stand nya. Ada Sepeda, kipas angin, dan gag tau deh apa lagi, dibungkus sih. Tapi yah, MF kali ini pun tak jauh berbeda dengan MF tahun lalu. Itu2 aja. Belum ada inovasinya.

Dan kini alun2 pun kembali sepi, dan kota wates pun kembali seperti sebelumnya. Tak terdengar lagi musik2 yg di mainkan dengan volume yg super keras dari alun2. Tak ada lagi pedagang kaki lima yg menjajakan dagangannya di sekitar alun2 [kecuali yg memang udah disitu sejak lama].

And this my shoot about MF2009, silakan dinikmati, maaf agak jelek, soalnya malem siih, pake kamera HP pula [ramenya juga malem sih pamerannya,hhe]

[sang ikan Tuna maskot MF tahun ini]

[sekretariat DPRD Tk II KP]

[kalo anda sakit2an, berkunjunglah

[kerajinan tangan dari bambu, lucu2 dech]

[dihibur ma anak2 juga lho..ayo dek semangat]


[gak kalah lho ama yg di ancol..hihi]

[siap terombang ambing??]


[berani masuk??]

Sep 26, 2009

My Lovely West-Prog

Wah, sudah lama tak menyentuh blog tercintaku ini. Kangen banget, gara2 internet di rumah gag memadai buat buka blog. Super duper lemot abiz. Sebelumnya saya beserta segenap kru [ya cuma saya] gublogreyot mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Taqobalallohu Minna Wamingkum

 

Kali ini saya akan mengangkat tema tentang KULON PROGO. Apa itu Kulon Progo? Siapa dia? Makanan apa? Kita lihat aja kelanjutannya.

Kulon Progo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Yang terletak di bagian barat dari Provinsi DIJ. Kulon Progo terdiri dari dua kata, Kulon dan Progo. Kulon berarti barat dan Progo berarti ..... [berarti apa ya??haduh malah tanya]. Jujur aku gag tau arti dari Progo, yang jelas Progo itu nama sebuah sungai yg menjadi batas sebelah timur kab. Kulon Progo. Jadi Kulon Progo adalah sebuah kab. yg letaknya berada di sebelah kulon [barat] sungai progo. Gitu aja. Anak2 muda sering bilangnya WEST-PROG [katanya sih biar agak keren DIKIT].

Daerah Kulon Progo terdiri dari daerah dataran tinggi / perbukitan di bagian utara dan tengah dimana dataran bagian utara lebih tinggi dari bagian selatan. Kemudian daerah dataran rendah di bagian selatan. Ibu kotanya sendiri ada di bagian selatan yaitu di kota WATES [pantes gak ya di sebut kota..hmm]. Kota yang memang tidak begitu ramai. Tapi sangat menyenangkan. Kulon Progo sendiri dilalui oleh 2 (dua) prasarana perhubungan yang merupakan perlintasan nasional di Pulau Jawa, yaitu jalan Nasional sepanjang 28,57 km dan jalur Kereta Api sepanjang kurang lebih 25 km. Jadi, saat2 lebaran seperti sekarang Kulon Progo pun termasuk jalur untuk mudik untuk jalur selatan. Jadi, ya rame lah kalo saat2 seperti ini, sampe bikin macet segala.

Kulon Progo memiliki semboyan Kulon Progo BINANGUN. Bisa dilihat digambar tuh. Liat aja. Kulon Progo yang Beriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyub, Ulet, Nyaman. Untuk penjelasannya lain kali dech.

Kulon Progo adalah tempat dimana aku dirawat dan dibesarkan. Hingga aku harus meninggalkannya satu tahun yang lalu demi menuntut ilmu di kota Tangerang. Banyak banget kenangan2 yg tertinggal di Kulon Progo tercinta ini. Maupun yg saat ini sedang terjadi. Tak akan pernah aku lupakan semua yg telah menjadi kenangan di kabupaten tercintaku ini. Terutama di pedukuhan Jurang jero, Giripeni, Wates. Tak akan pernah aku lupakan.

Ohya, untuk tempat2 wisata gak kalah bagus lho. Dari pantai, pegunungan sampe gua semua ada. Untuk tempat2 wisatanya bisa dilihat di episode selanjutnya dech. Untuk sekarang cukup sekian aja dulu dech. Capek juga nulisnya. Billingnya juga udah nunjukkin angka 4500. Bagi kalian mungkin itu kecil. Tapi bagiku ...... hehehe. Gedhe tuh. Belum Ashar lagi. Ya udah, this enough for now, thanks for see. Ketemu lagi di postingan selanjutnya, MBUGEL. ???????