Oct 29, 2014

Titik-Titik Bottleneck di Ibu Kota

sumber
Bagi yang tinggal di Ibu Kota Tercinta Jakarta, kemacetan bukanlah hal yang asing lagi. Hampir setiap hari bertegur sapa dengan kemacetan, bahkan ketika weekend sekalipun. Dan kalau ngomongin soal kemacetan Jakarta pasti tidak akan ada habisnya. Sebenernya apa sih yang bikin macet itu? Di sini saya cuma mau berbagi tentang sumber-sumber kemacetan (titik-titik bottleneck) di Ibu Kota ini berdasarkan pengalaman yang saya alami selama ini. Oke langsung saja gak usah pake lama, langsung menuju ke TKP.


1. Persimpangan dengan jalan layang atau persimpangan yang membagi 1 jalur menjadi 2/3 jalur atau yang sejenisnya



Yang seperti ini biasanya terjadi karena ada kendaraan yang memotong antrian. Seperti pada gambar ilustrasi. Sebenernya hanya ada satu jalur saja yang macet, yaitu di jalur tengah yang macetnya sampai di luar pintu masuk jalur. Sehingga jalur kanan dan kirinya terlihat agak lengang. Hal ini pun dimanfaatkan oleh orang2 yang dengan alasan pengen cepet sampai, mumpung samping kosong, dan apapun alasannya akhirnya menggunakan jalur di kanan/kirinya kemudian memotong antrian yang macet panjang. Hebatlah mereka itu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sadar atau tidak ini justru menimbulkan kemacetan baru. Karena adanya orang-orang yang ingin menyerobot antrian itu akhirnya orang-orang yang ingin belok kanan/kiri pun jadi ikut terhambat dan akhirnya lalu lintas pun semakin semrawut.

2. Persimpangan dengan lampu lalu lintas



Yang ini juga sering bikin macet nih, khususnya untuk persimpangan yang belok kiri jalan terus. Ini seringnya ketika lampu merah, orang-orang yang mau lurus atau belok kanan berhenti di lajur untuk orang belok kiri. Ini pun membuat orang yang mau belok kiri tidak bisa langsung jalan dan akhirnya macet deh. Kalo orang yang dibelakang sabar sih mungkin gak terlalu masalah, tapi kalo temperamen yg ada nantinya perang klakson atau perang mulut atau malah perang beneran.

3. Perlintasan Kereta Api


Seperti yang terlihat dalam gambar ilustrasi. Ini biasanya terjadi di perlintasan kereta api yang jalannya kecil dan dua arah, apalagi kereta yang ditunggu lama. Dan ini biasanya dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Ketika palang pintu perlintasan ditutup, jalur yang benar sudah penuh, dan antrian sudah panjang. Para pengendara motor pun tergiur melihat arus sebaliknya yang kosong. Akhirnya mereka pun menutup penuh jalan itu seolah-olah jalan menjadi satu jalur. Ketika kereta sudah lewat dan palang pintu terbuka, bisa dipastikan bottleneck pun terjadi. Orang-orang seperti adu cepat untuk keluar dari situasi tersebut pun tambah memperparah keadaan.

4. U Turn


Kalo yang ini biasanya terjadi di jalan 2 jalur dengan jumlah lajur 2 atau kurang di setiap jalurnya. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga dengan jalan yang mempunyai lajur lebih banyak. Yang ini saya seringnya ketemu di Jalan Raya Bogor.

5. Tempat Terjadinya Kecelakaan

Kalo yang ini sepertinya tidak usah saya jelaskan lagi. Hampir setiap ada kecelakaan, lalu lintas pun menjadi padat bahkan mace. Yah, meskipun tidak semua kecelakaan menyebabkan macet.

6. Fenomenal

Ini ni sobat blogger semua, tempat kemacetan yang paling fenomenal.



PENUTUP

Nah, itu tadi sobat blogger titik-titik yang menjadi sumber kemacetan berdasarkan pengamatan saya selama ini. Tapi titik-titik ini tidak akan menjadi sumber kemacetan apabila pengendaranya cerdas, sabar, tidak pengen menang sendiri dan taat peraturan. Karena memang sebagian besar kemacetan itu disebabkan oleh manusianya sendiri. Mungkin sobat blogger yang lain tahu titik-titik kemacetan yang sobat pernah rasakan, boleh dishare ke sini. Semoga orang-orang semakin sadar pentingnya tertib berlalu lintas dan semoga kemacetan bisa segera teratasi.


4 comments:

Monggo bagi yang mau mengeluarkan uneg-unegnya. Jangan cuma disimpan dalam hati, gak baik lho. Ditunggu coretan-coretan kalian semua. Terima Kasih :D