Aug 12, 2009

Berani, Siapa Takut??

"Kendel gak nyendekne umur, jireh gak ndawakne umur"

Kata tersebut selalu terngiang di dalam pikiranku. Pikiran sadar tentunya. Kata dengan bahasa Jawa logat Jawa Timur yg berarti "Berani tidak memendekkan umur, penakut tidak memanjangkan umur" ini tak bisa hilang dari otakku.Kadang kita merasa takut akan sesuatu, atau takut untuk melakukan sesuatu. Tapi, apa dengan rasa takut itu kita akan menjadi lebih baik? Merasa terhindar dari sesuatu tersebut? Hal tersebut diilustrasikan dalam sebuah cerita. Tapi mungkin cerita ini sedikit ekstrim. Begini ceritanya.
Suatu malam ada seseorang sedang berjalan kaki menuju suatu tempat yang amat jauh. Karena lelah dia berhenti sejenak sekadar untuk istirahat dan melihat kalau2 ada mobil lewat yg bisa dimintai tumpangan. Dan beruntunglah bagi orang tersebut, tak lama kemudian ada sebuah mobil bak terbuka lewat. Orang tersebut pun mendapatkan tumpangan. Setelah agak lama di atas mobil dia merasa agak aneh. Dan dia baru sadar kalau mobil yg ditumpanginya itu membawa peti jenazah. Karena tadi kondisi gelap, jadi dia tidak menyadari hal tersebut ketika naik ke mobil. Tetapi, karena dia seorang yg pemberani diapun cuek aja dengan keadaan seperti itu. Yang ada dipikiran dia adalah sampai di tujuan lebih cepat.

Di tengah2 perjalanan tiba2 hujan turun dengan derasnya. Karena mobil tersebut adalah mobil bak terbuka maka tidak ada tempat buat berteduh untuk orang tersebut. Karena takut basah kuyup akhirnya orang tersebut masuk ke dalam peti mati yg dibawa oleh mobil tersebut. Sekalian untuk tidur sejenak karena dia pun sudah merasa ngantuk akibat perjalanan yg terlalu melelahkan.

Hujan pun berhenti. Mobil masih melaju kencang menembus gelapnya malam. Di ujung jalan ternyata ada seseorang yg juga sedang menunggu mobil yg bisa ditumpangi. Akhirnya orang tersebut [lebih lanjut disebut sebagai orang kedua] pun menumpang mobil yg membawa peti mati tersebut. Dan sama seperti orang yg pertama tadi, orang kedua ini baru sadar kalau mobil tersebut membawa peti mati setelah agak lama diatas mobil. Dan karena dia seorang penakut maka badannya pun gemetar tak karuan, rasa takut yg amat sangat pun menyelimutinya. Menyuruh berhenti mobil tersebut pun tidak mungkin. Akhirnya dengan rasa takut yg amat sangat dia pun bertahan diatas mobil.

Kembali ke orang yg tidur di dalam peti. Setelah tertidur agak lama, akhirnya dia pun terbangun. Dan tampaknya badannya sudah segar kembali. Dia pun ingin mengecek apakah di luar masih hujan atau sudah reda. Keemudian dia pun mengeluarkan tangannya dari peti untuk merasakan ada tetes air hujan atau tidak. Orang kedua yg diatas mobil tadi pun sontak kaget bukan main melihat ada tangan keluar dari peti mati tersebut. Saking kagetnya dia pun terlempar ke luar mobil. Terjatuh dan seketika itu langsung meninggal. [end of story]
Dari cerita di atas [yang mungkin tidak terlalu bagus dalam penulis menceritakan] dapat diambil pelajaran bahwa keberanian itu diperlukan dalam kehidupan kita. Dalam sebuah pilihan pun demikian, jangan takut dalam mengambil sebuah keputusan. Semua keputusan itu pasti ada resikonya. Kalau kita takut kenapa harus ada pilihan? Dalam cerita digambarkan seorang yg pemberani bisa terhindar dari kematian karena keberaniannya. Sedangkan rasa takut itu hanya ada satu, yaitu takut kita kepada Sang Khaliq, Tuhan Pencipta Semesta Alam.

Dalam segala hal, apabila kita mendapat suatu kesempatan, janganlah takut mengambil kesempatan tersebut. Dan jangan berpikir akan ada kesempatan kedua atau ketiga bahkan keempat. Kesempatan kedua, ketiga maupun keempat hanyalah bayang2 yg membuat kita takut untuk mengambil kesempatan yg pertama karena kesempatan kedua, ketiga maupun keempat belum tentu akan terjadi.

SO, TUNJUKKAN KEBERANIAN MU!!!!!!!!!!!!!!!!!!

11 comments:

  1. emang bener bro rasa takut perlu dihadapi, karena tidak ada manusia yg tidak pernah takut, tapi jgn sampe kehilangan rasa takut nanti sama Tuhan juga gag takut

    ReplyDelete
  2. kan saya tidaklah setangguh para pria seperti dirimu, lalu bagaimanakah seharusnya?!?!?

    ReplyDelete
  3. Berani... ayo !?
    semangat... semangat... semangat...
    salam superhangat

    ReplyDelete
  4. siapa tatuuuttt de' :)

    kadan9kala rasa takut ju9a diperlukan,untuk hal2 tertentu ya de'..

    kta tidak akan tau jika kita tidak mencobanya,resiko mah belakan9an hehe..
    tapi de' klu liat crita diatas,jika aku oran9 ke 2 pasti ketakutan ju9a..palin9 pin9san men9hapai tan9an y9 kluar ituh heheh

    ReplyDelete
  5. ya.
    harus ada batasan takut sm apa dan siapa.
    btull?

    ReplyDelete
  6. [oOT]
    de'..
    mohon maaF untuk semua tutur komentar,dan tulisan yan9 nda berkenan ya de..
    selamat menjalankan ibadah puAsa.. :)
    nantikan kejutan dariQ hehe

    ReplyDelete
  7. berani apa dulu nie.,.,.
    kalo berani mati, ntar dulu deh.,.,..

    ReplyDelete
  8. keberanian itu perlu tapi harus dg bijaksana, jangan nekad.

    ReplyDelete

Monggo bagi yang mau mengeluarkan uneg-unegnya. Jangan cuma disimpan dalam hati, gak baik lho. Ditunggu coretan-coretan kalian semua. Terima Kasih :D